Tutorial Proteus: Membuat dan Menambahkan Komponen ke Library

Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan cara membuat simbol komponen dan menambahkannya ke dalam library proteus.

Pada software ini ada beberapa komponen yang belum terdaftar pada library, contohnya regulator switching DC-DC Converter LM2596. Oleh karena itu, kita akan menambahkannya dengan cara manual supaya tidak ada kendala saat perancangan rangkaian yang akan kita buat.

Oke..

Langsung saja!!! Continue reading →

Arduino – Rangkaian Sensor Kelembaban dan Suhu Menggunakan DHT22

Kita dapat menggunakan sensor kelembaban dan sensor suhu sekaligus menggunakan DHT-22 beserta Arduino UNO untuk membaca data dan menampilkannya pada serial monitor atau bisa juga pada LCD. Pada tutorial ini hanya akan menampilakan data pada serial monitor saja untuk lebih praktisnya. Continue reading →

Rangkaian Driver LED Sumber Arus Konstan

Berikut ini merupakan rangkaian driver LED yang sangat sederhana dan murah. Rangkaian ini mempunyai sumber arus konstan yang berarti bahwa membuat kecerahan LED tetap konstan meskipun tegangan pada power supply tidak konstan (naik-turun) karena ketidakstabilannya. Continue reading →

Regulator Tegangan

Sering kita membahas pengaturan tegangan DC (DC voltage regulator) sekaligus penstabil tegangan (DC voltage stabilizer). Baik yang menggunakan IC 78XX atau 79XX maupun hanya dengan dioda zener.

Prinsipnya sama, perbedaan pada nilai “line regulation” dan “load regulation”nya.

Kali ini saya akan bahas yang menggunakan dioda zener.
Continue reading →

Cara Kerja Regulator 7805

Pada bahasan yang lalu sudah saya bahas tentang dasar rancangan regulator menggunakan Dioda Zener (dan) 1 buah atau 2 buah transistor di rangkai secara “darlington”, pada bahasan tersebut:

Continue reading →

Karakteristik Dioda Zener

Pada bahasan sebelumnya saya 2 kali posting masalah penstabilan tegangan dioda zener (dan) R seri, serta tambahan menggunakan 1 buah TR dan 2 buah TR di rangkai darlington dalam konfigurasi “Pengikut Emitor”.

Di pandang dari sisi zener dan beban nya, system regulator ini disebut regulator “shunt” atau paralel, dimana antara DZ dan R beban Paralel.

Ada prinsip dimana :
Continue reading →

Dioda Zener

Dioda Zener adalah dioda yang terpasang dengan konfigurasi muka terbalik (reverse bias) yang digunakan untuk stabilisasi tegangan.

  1. Sifat Dioda adalah saat diberi tegangan terbalik kurang dari nilai tegangan tembusnya (tegangan zener nya) maka arus tidak dapat lewat (I = nol).

Continue reading →

Self Induction dan Fungsi Dioda Dipasang Terbalik

Banyak yang bertanya dan selalu ada saja yang bertanya apa guna nya diode terpasang terbalik (reverse bias) pada kumparan relay DC.

Penjelasannya adalah sbb, pada gambar di bawah :

Continue reading →

Menguji Nilai Kapasitor dengan Rangkaian RC Seri

Sebuah Resistor dan Capacitor yang dipasang seri seperti pada gambar di bawah ketika dihubungkan dengan battery, maka :

Continue reading →

Pencatu Daya Teregulasi

Tegangan efektif PLN kadang tidak selalu 220 V, kadang turun kadang naik, maka kalau kita buat adaptor, maka tegangan yang keluar di trafo juga ikut naik-turun, tegangan DC hasil penyearahan juga akan naik – turun, akibatnya beban (alat elektronik) akan mendapat tegangan yang tidak stabil.
Continue reading →

Pengukuran Transistor

Jika ingin memahami kerja transistor, saya sarankan buatlah rangkaian di bawah ini (gambar 1) :

Continue reading →

Memahami Lebih Dalam Rangkaian Dasar Transistor

Pada bahasan lalu sudah diperkenalkan rangkaian dasar transistor sebagai sakelar mari kita perdalam lebih lanjut skema tersebut.

Continue reading →

Rangkaian Dasar Transistor sebagai Sakelar

Untuk memahami materi ini harus sudah menguasai materi-materi sebelumnya, terutama soal pembagi tegangan dan materi lainnya.

Transistor (kelak) akan dapat difungsikan sebagai :

  1. “sakelar” yang fungsi nya hanya ON dan OFF saja, ON yaitu mengalirkan arus secara maksimal sesuai nilai R beban nya atau OFF tidak mengalirkan arus sama sekali, atau kalaupun ada sangat sangat kecil.
  2. “penguat amplifier”, yang dimaksud adalah menguatkan tegangan dan arus bolak balik (sinyal) yang sangat kecil, misalkan dari mikrofon, untuk dapat di “kuat kan” sehingga pada output nya bisa diberikan ke speaker.

Continue reading →

Skema Transistor dan Cara Pandangnya

Pada bahasan sebelumnya kita sudah tahu bagaimana TR dibuat, mirip dengan 2 dioda yang di satukan, tetapi hanya mirip tetapi TIDAK SAMA.

Skema transistor di tunjukkan pada gambar 1a dan 1b.

Continue reading →

Pengenalan Transistor

Pada bahasan yang lalu yaitu pada pembahasan tentang pengenalan dioda telah di ketahui bahwa, jika :

  1. Bahan Silikon yang tadi nya netral di “kotori/dopping” dengan bahan alumunium, maka sifatnya berubah, menjadi silikon yang kekurangan elektron atau bersifat Positip (P).
  2. Bahan Silikon yang di-kotori dengan bahan Phospor maka sifat silikon menjadi kelebihan elektron atau bersifat Negatif (N).

Continue reading →