Trafo Dalam Praktek

Transformer, Transformator, atau Trafo, dalam praktek kita akan menemukan beberapa variasi.

Sebagai orang elektronik, kita tidak perlu belajar membuat trafo, cukup lah mempelajari sifat nya, beli dan pakai dengan maksimal. Karena kita akan lebih fokus pada “rangkaian” bukan “pembuatan” komponen (trafo).

Pembuatan trafo lebih cenderung pekerjaan ‘tukang listrik”, merangkai trafo dengan komponen lainnya adalah pekerjaan “tukang elektronika”. Tetapi kalau mau belajar khusus silahkan saja.

Dalam Praktek kita akan banyak bertemu dengan trafo trafo penurun tegangan (step down transformer).

Karena jumlah lilitan menentukan besarnya tegangan, maka lilitan primer maupun sekunder dapat di cabang kan. Tegangan keluar seiring dengan jumlah lilitan nya.

Pada gambar di bawah tampak simbol/skema transformator, dan gambar 2 dimensi trafo (di lihat dari atas), kadang terminal terminal nya berdesakan jika di letakkan di atas semua, maka sebagian di letakkan di bawah.

Pada gambar tampak bahwa jika tegangan rumah kita 220 V, maka kita akan berikan tegangan masuk antara titik 0 dan 220V.

Sedangkan pada sekunder nya mengikuti kebutuhan peralatan listrik/elektronik kita, Jika kita butuh :

  1. Tegangan AC efektif 9 Volt, maka kita bisa ambil titik 0 dan 9V
  2. Jika butuh 12 VAC efektif, bisa di ambil antara titik 0 dan 12 V
  3. Jika butuh tegangan 6 VAC efektif, maka kita bisa ambil tegangan antara titik 0 dan 6 V atau boleh juga antara titik 6V dan 12 V (hasilnya sama).

Pada contoh trafo yang 5A, cara pencabangannya menggunakan metode Cabang Tengah (Center Tap) atau disingkat CT.

Jika butuh tegangan :

  1. Sebesar 32 V efektif, maka kita bisa ambil titik CT dan 32 Volt (boleh CT ke 32 yang atas, boleh juga Ct ke 32 yang bawah).
  2. Sebesar 45 V efektif, maka klita bisa ambil titik CT dan 45 V (boleh CT ke 45 yang atas, boleh juga antara CT dengan 45 yang bawah)
  3. Jika butuh 64 V efektif, boleh ambil tegangan antara (titik 32 V atas) ke (32 V yang bawah). AWAS hati hati tegangan sebesar ini bagi sebagian orang sudah terasa setrum nya (jika memegang kedua titik itu).
  4. Jika butuh 90 V efektif bisa ambil titik (45 V yang atas) dengan (45 V yang bawah), AWAS untuk kebanyakan orang tegangan sebesar 90 Volt sudah berasa setrum / jika pegang kedua titik itu.

Ampere pada Trafo menyatakan kuat arus maksimum yang dapat disupply oleh trafo tersebut, sedangkan arus yang mengalir sesungguh nya tergantung pada R beban nya, dan mengikuti rumus hukum ohm.

Ingat selalu bahwa tegangan yang keluar dari trafo juga tegangan AC efektif, bukan tegangan maksimumnya, tegangan maksimum nya bisa di hitung dengan rumus :

V maks = 1,414 x Veff

Pada bahasan selanjutnya saya akan bahas tentang Fasa pada tegangan bolak-balik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: