Pembagian Tegangan Dioda dan R Beban

Pada saat dioda dan R beban (bisa berupa lampu atau apapun yang bisa dianggap resistor R) dihubungkan secara seri dan berlaku prinsip – prinsip rangkaian seri.

  • Pada saat dioda mendapat tegangan muka maju, maka hambatan dioda kecil terhadap R beban (boleh di anggap nol), tetapi saat tersebut pada dioda terdapat tegangan sebesar 0,6 V sampai 0,8 V (untuk dioda yang terbuat dari silikon). Maka pembagian tegangan nya adalah seperti tampak pada gambar 1.
  • Dimana tegangan sumber (contoh 12 V) terbagi pada dioda sebesar 0,8V dan pada R beban sebesar 11,2 V.
  • Sedangkan kuat arus yang mengalir tergantung pada nilai R beban, dan mengikuti rumus hukum ohm.
  • Pada saat dioda mendapat tegangan muka terbalik, maka hambatan dioda dapat dianggap tak terhingga ohm. Maka menurut prinsip rangkaian R seri, tegangan terbesar terdapat pada R yang terbesar dalam hal ini ada pada dioda, sedangkan tegangan pada R beban NOL volt.

Saat ini diode mendapat tegangan sebesar tegangan sumber, kebanyakan dioda mampu menahan tegangan ini (contoh type 1N4002 sanggup menahan tegangan hingga 100V, maka kalau cuma 12 V, nggak masalah).

Keterangan – keterangan di atas di gambar kan pada gambar 1 dan gambar 2 berikut :

Sumber : Elektronika Dasar by Bpk. Sarono

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: