Pencatu Daya Teregulasi

Tegangan efektif PLN kadang tidak selalu 220 V, kadang turun kadang naik, maka kalau kita buat adaptor, maka tegangan yang keluar di trafo juga ikut naik-turun, tegangan DC hasil penyearahan juga akan naik – turun, akibatnya beban (alat elektronik) akan mendapat tegangan yang tidak stabil.

Untuk itu tegangan DC hasil penyearahan perlu diatur (regulated) dan distabilkan (stablized).

Karena itu saya akan berikan contoh sederhana rangkaian berikut cara kerjanya :

  1. Tegangan AC yang masuk ke Trafo diturunkan menjadi 12V-CT-12V, oleh trafo. Tegangan 12V ini akan naik dan turun mengikuti naik turunnya tegangan PLN. (kita anggap tegangan efektifnya = 12V).
  2. Melalui 2 dioda maka tegangan AC tersebut disearahkan jadi DC dan disempurnakan oleh C1 (dari tegangan DC berdenyut menjadi tegangan DC murni) dengan cara pengisian dan pembuang muatan C1.
  3. Pada C1 tegangan efektif 12 V menjadi DC sebesar kira kira 17 Volt (tanpa beban), jika terpasang beban akan kurang sedikit dari angka tersebut.
  4. angka tersebut berasal dari rumus Vcap = 1,414 x 12V
  5. Tegangan DC ini pun akan naik atau turun mengikuti naik turunnya tegangan PLN (tidak stabil).
  6. Tegangan Kerja Cap kita pilih 25V, untuk pengamanan kalau kalau tegangan PLN naik, Vcap juga ikut naik.
  7. Oleh IC 7809 tegangan sekitar 17 Volt DC ini distabilkan, baik PLN naik atau turun keluar dari IC ini tetap 9V. Untuk kerja yang maksimal sebaiknya IC diberi alumunium penyerap panas (heatsink) yang memadai.
  8. Pada output ditambahkan Cap 100 uF untuk menambah kesempurnaan perataan tegangan DC sekaligus filter bagi tegangan AC liar (dengan frekuensi tinggi) yang mungkin menjalar di jalur positip adaptor (baik asalnya dari beban maupun dari jalur PLN).

    Tegangan kerja Cap ini cukup 16 V saja, karena tegangan di titik ini terhadap ground tidak akan lebih dari 9V (kalau pakai tegangan kerja yang lebih tinggi, harga rupiahnya lebih mahal).
  9. Kemampuan keseluruhan “adaptor” ini hanya maksimum 1A, karena dibatasi oleh kemampuan Trafo, Dioda, dan ICnya, serta kapasitas capacitor yang dihitung hanya untuk keperluan kira kira 1A saja.

Kerja IC 78xx atau regulator model seperti ini memerlukan “selisih minimal” tegangan, antara tegangan yang akan distabilkan dengan tegangan yang masuk (Vi dan Vo). Untuk IC 78XX menurut datanya perlu selisih minimal 3 V, itulah mengapa saya pakai 12-CT-12 bukan 9-CT-9.

 

Sumber : Elektronika Dasar by Bpk. Sarono

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: