Tegangan Jepit dan Penerapan pada Rangkaian Seri

Setalah kita memahami konsep rangkaian seri maka konsep ini banyak sekali terapannya dalam elektronika, termasuk memahami apa itu yang disebut dengan hambatan dalam dalam sebuah sumber tegangan battery atau accu (terutama yang sudah mulai habis muatan listrik nya) atau bahasa hari hari nya sudah mulai “soak”.

Pada sebuah sumber tegangan, terdapat Hambatan Dalam (Rd) yang nilai idealnya adalah nol ohm, yang seri dengan rangkaian luar. Dengan demikian seolah olah terdapat hambatan yang seri dengan R beban.

Pada rangkaian seri berlaku prinsip : ” Tegangan terbesar terdapat pada R yang terbesar”.

Sehingga pada saat battery yang masih baru R dalam nya kecil kecil (ideal nya nol), sehingga tegangan jepit (tegangan sumber setelah di beri beban) akan sama dengan tegangan sumber Vcc sebelum di beri beban.

Nilai Rd ini akan berubah membesar seiring dengan makin habisnya kapasitas battery.

Misalkan saat di ukur tanpa beban tegangan 12 Volt, saat di kasih beban R 2 ohm tegangan jepit turun sampai 8 volt, maka di dalam accu di anggap terdapat Rd sebesar = …..?

Catatan : R1 di gambar atas adalah Rd (hambatan dalam accu)


Jawab :


Karena hanya ada tegangan di beban 8 volt, kehilangan tegangan pada Rd sebesar 4 volt, sementara arus yang mengalir = I = VRL / RL = 8 V / 2 ohm = 4 A…
Rd = VRd / I = 4V /4A = 1 ohm

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: