Sifat Dioda

Jika dioda dihubungkan seperti pada gambar a, maka akan ada arus mengalir dari positip, ke Anoda, kemudian ke Katoda, kemudian ke lampu, kemudian ke Negatif Battery. Pada saat ini “seolah – olah” hambatan dioda adalah nol (rangkaian seri dengan beban), dan pada saat ini lampu menyala.

Jika arah dioda dibalik atau tegangan accu dibalik (salah satunya), maka Arus TIDAK DAPAT mengalir, atau “seolah-olah” hambatan dioda SANGAT BESAR sehingga arus tidak dapat mengalir karena tidak dapat menembus dioda. Pada saat ini lampu mati karena arus tidak mengalir (prinsip rangkaian seri).

Inilah sifat sifat diode yang harus kita pahami:

  1. Arus hanya dapat mengalir dari anoda ke katoda.
  2. Sifat pertama dioda dinamakan Dioda mendapat tegangan muka maju (Forward Bias), di mana kutub Anoda mendapat kutub positip battery, dan Katoda mendapat kutub Negatif Battery (lewat Lampu).
  3. Sifat kedua dioda dinamakan Dioda mendapat tegangan muka terbalik (reverse bias), dimana kutub Katoda mendapat positip battery dan Anoda mendapat kutub negatif battery lewat lampu. Inilah sifat sifat diode yang harus kita pahami.
  4. Saat arus mengalir tersebut disebut dioda mendapat tegangan muka maju (forward bias), maka pada dioda terdapat tegangan sebesar kira kira 0,6 volt saja.
  5. Besar arus mengalir di tentukan oleh R beban.
  6. Jika dioda dibalik (anoda dapat kutub negatif) dan (katoda dapat kutub positip battery lewat R beban), maka arus tidak dapat mengalir sama sekali atau sangat sangat kecil. Ini disebut dioda mendapat tegangan muka terbalik (reverse bias).
  7. Saat arus tidak mengalir ini tegangan pada dioda terdapat tegangan sebesar tegangan sumber dan pada R beban NOL.

Dalam praktek kita akan menemukan berbagai macam variasi, hanya saja kita mesti mengetahui 2 karakteristik dioda :

  1. Besarnya kemampuan dirinya dilalui arus listrik dalam satuan Ampere.
  2. Besarnya kemampuan dirinya “menahan” tegangan saat diberi tegangan muka terbalik dalam satuan Volt.

Karena kebanyakan dioda mempunyai kemampuan menahan tegangan yang nilainya besar-besar, contoh type 1N4002 mampu menahan tegangan muka terbalik hingga 100V, maka kebanyakan kita saat beli dioda hanya menyebut Amperenya saja. tetapi kita perlu tahu bahwa type lain ada yang sanggup menahan tegangan terbalik (reverse bias) hingga ribuan volt, contoh 1N4007, mempunyai reverse bias voltage hingga 1.000 Volt.

Selain itu bentuk dioda juga bermacam macam, bahkan ada yang menggabungkan 2 dioda atau 4 dioda dalam 1 kemasan.

Saat kita membeli dioda kita dapat menyebutkan Ampere nya saja (atau dengan tegangan reverse bias nya/kalau pedagang nya mengerti) atau kita bisa juga menyebutkan TYPE nya saja.

Sumber : Elektronika Dasar by Bpk. Sarono 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: