Category Archives: Elektronika

Pengenalan Komponen Diode

Diode adalah komponen “semikonduktor” yang akan kita perkenalkan pertama kali.┬áKomponen ini berbahan dasar Silkon atau Germanium (kebanyakan berbahan dasar silikon).

Pada bahasan ini kita akan sangat menyederhanakan pembuatan dioda, jika akan memperdalam lagi dipersilahkan untuk membaca referensi tambahan yang lain. Continue reading →

Iklan

Fasa dan Arde (bagian 2)

Pada bagian satu sudah kita pahami bahwa tujuan PLN mengground kan salah satu kabel nya adalah untuk pengamanan terhadap petir. Tetapi ada efek samping nya… itulah yang akan kita bahas.

Jika kita lihat gambar a, lampu akan menyala karena arus mengalir bolak balik AC) dari titik A ke B dan sebalik nya dengan tegangan sebesar 220V.

Lampu ini kita umpakan tubuh manusia.

Continue reading →

Pengkabelan Seven Segment 2453BS 4 Digit

2453BS Common Anoda

Aturan Pembagi Arus (Current Diveder Rule)

Ketika output dari suatu rangkaian tidak berbeban, pembagi arus dapat digunakan untuk menghasilkan aliran arus pada output cabang rangkaian (R2). Arus pada I1 dan I2 pada gambar berikut diasumsikan mengalir pada percabangan.

pembagi arus

Persamaan 2-9 ditulis dengan bantuan Hukum Kirchoff Arus. Continue reading →

Mengenal Komponen Elektronika

Dalam peralatan elektronika komplek, kita akan menemukan komponen-komponen elektronika, seperti resistor, kondensator, transformator, dioda, transistor, loudspeaker dan komponen lainnya.

Resistor

Resistor atau yang biasa disebut tahanan atau penghambat adalah suatu komponen elektronik yang memberikan hambatan terhadap perpindahan elektron (muatan negatif). Resistor disingkat dengan huruf “R” (huruf R besar). Satuan resistor adalah ohm, yang menemukan adalah George Ohm (1787-1854), seorang ahli fisika dari Jerman.
Baca Selanjutnya. . .

Membuat Line Follower Tanpa Mikrokontroller

Hari ini kami memperkenalkan sebuah proyek baru bernama – Robot Line Follower. Tidak perlu pengetahuan mikrokontroler untuk membuat proyek ini .
Ini adalah rangkaian sederhana di mana digunakan Op-amp LM358 dengan menggunakan tegangan 9 volt sampai 12 volt DC . LM358 berisi dua op-amp yang mana kabel sebagai pembanding . Dengan demikian tegangan pada terminal pembalik ( – ) lebih tinggi dari terminal non-pembalik ( + ) output akan rendah dan ketika tegangan pada terminal non-pembalik ( + ) lebih tinggi dari pembalik terminal ( – ) outputnya akan tinggi.

Output dari Baca Selanjutnya. . .