Ground

Banyak pertanyaan apa itu ground?
Apa gunanya?
Apakah selalu ground itu negatif?
Apa yang dimaksud titik netral pada pencatu daya terbelah ?

Agak sulit menerangkan dengan kata-kata, bahkan dari hasil diskusi saya dengan beberapa teman yang sudah pakar elektronik juga mereka menemukan kesulitannya mengungkapkan dengan kata-kata walau kita mengerti tentang ground. Continue reading →

Pencatu Daya Terbelah (Split Power Supply)

Jika kita merangkai trafo, diode, dan kapasitor, sebagai penyearah, maka sesungguhnya kita sudah merangkaian sebuah alat yang dinamakan sehari hari “adaptor”, bahasa tekniknya yaitu “pencatu daya = pemberi daya (power supply)”.

Continue reading →

Penyearah Gelombang Penuh Menggunakan Pakai Trafo CT (Center Tap)

Pada bahasan trafo dijelaskan bahwa trafo ada yang dicabang ditengahnya misalkan 32 (a) – CT – 32 (b).

Artinya antara :

  1. CT ke 32 (a) = 32 Veff = 45 Vp
  2. CT ke 32 (b) = 32 Veff = 45 Vp
  3. 32 (a) ke 32(b) = 64 Veff = 90 Vp
  4. Continue reading →

Menyempurnakan Tegangan DC dari Hasil Penyearahan

Pada bahasan lalu kita sudah mengetahui bahwa dengan 1 dioda dapat digunakan untuk mengubah tegangan AC menjadi DC, tetapi tegangan DC nya belum sempurna.

Dengan 4 dioda yang di rangkaian jembatan, didapat tegangan DC yang lebih sempurna, tetapi juga belum maksimal, karena tegangan DC nya naik turun terus. Continue reading →

Membaca Grafik Tegangan

Pada gambar di bawah di gambar kan bentuk gelombang (bentuk tegangan) hasil penyearahan :

  1. Penyearahan Setengah Gelombang (Half wave Rectifying)
  2. Penyearahan Gelombang Penuh (Full Wave Rectfying)

Bentuk tegangan tersebut keluar dan akan tampak pada R beban nya rangkaian. Dimana tegangan sumber nya berasal dari sekunder transformator berupa tegangan AC bentuk sinus, sebesar : 12 Volt (efektif) terukur dengan AVO meter (AC volt meter). Continue reading →

Penyearahan Gelombang Penuh (Full Wave Rectifying)

Kalau pada materi yang lalu Kita sudah mengenal bahwa dengan penyearahan setengah gelombang kita sudah dapat menghasilkan tegangan DC, tetapi bentuk tegangan DC nya : kadang ada, kadang nggak ada, kadang ada, kadang nggak ada, dan seterusnya. Tegangan DC seperti belum sempurna, nanti kita bisa sempurnakan dengan menggunakan Kapacitor.

Sebelum sampai ke arah sana kita akan bahas Penyearahan gelombang penuh (full wave rectifying) yang hasil penyearahannya lebih sempurna dibanding half wave rectifying).

Untuk itu di butuhkan 4 buah dioda yang di rangkaian seperti gambar di bawah, cara merangkaian dioda seperti ini kita sebut dengan dioda di rangkai “jembatan” atau “bridge”.

atau skema “diode bridge” yang umum seperti gambar dibawah ini

Pada gambar :

    1. Saat titik A positip terhadap titik D, maka arus mengalir melalui D2, ke titik B, melalui R beban, ke titik C, melalui D3, lalu ketitik D (negatif).

      Maka pada saat ini R beban di lalui arus dari atas ke bawah (dari B ke C). Arus listrik digambar kan dengan garis warna BIRU.

    2. Pada saat lain tegangan berbalik arah sekarang titik D positip terhadap titik A, maka arus TETAP MENGALIR, yaitu dari titik D, ke dioda D4, ke titik B, Lewat R beban, ke titik C, lewat D1, dan akhir nya ke titik A (negatif). Maka pada saat ini R beban juga di lalui arus dari atas ke bawah (dari B ke C). Arus Listrik di gambar kan dengan garis warna MERAH.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa baik titik A yang positip ataupun titik D yang positip arus tetap mengalir dari B ke C, artinya pada R beban telah ada tegangan DC, karena arus mengalir selalu dari B ke C (tidak pernah sebaliknya).

Kalau dilihat dengan osiloskop akan tampak seperti pada gambar.

Tegangan ini juga disebut tegangan DC berdenyut (pulsating DC), tetapi sudah makin mendekati bentuk tegangan DC murni.

Sumber : Elektronika Dasar by Bpk. Sarono

Penyearah Setengah Gelombang (Halfwave Rectifying)

Dengan sifat sifat diode yang sudah kita kenal, maka dioda dapat kita manfaatkan untuk mengubah tegangan bolak-balik (AC) menjadi tegangan searah (DC). (harap baca kembali definisi tegangan AC dan DC). Continue reading →

Membaca Data Dioda

Menambahkan materi tentang “Dioda dalam Praktek”, bahwa data dioda yang sangat penting untuk di ketahui ada 2, yaitu :

  1. Besarnya arus muka maju (forward bias) maksimal.
  2. Besarnya tegangan muka terbalik (reverse bias) maksimal
Ada keraguan tentang data pada beberapa type dioda, berikut saya lampirkan data resmi beberapa dioda yaitu 1N4001 s.d. 1N4007 produksi Amerika Serikat (ditandai dengan kode 1N) walaupun sekarang ini di berbagai negara type ini juga di produksi terutama di China.

Continue reading →

Pembagian Tegangan Dioda dan R Beban

Pada saat dioda dan R beban (bisa berupa lampu atau apapun yang bisa dianggap resistor R) dihubungkan secara seri dan berlaku prinsip – prinsip rangkaian seri. Continue reading →

Dioda Frekuensi Tinggi

Pada penyearahan setengah gelombang atau gelombang penuh, sudah dipelajari bahwa suatu saat dioda mendapat tegangan muka maju (arus mengalir), saat berikutnya dioda mendapat tegangan muka terbalik (tidak ada arus), pada kondisi ini dioda “seperti” sebuah sakelar yang menutup atau membuka.  Continue reading →

Sifat Dioda

Jika dioda dihubungkan seperti pada gambar a, maka akan ada arus mengalir dari positip, ke Anoda, kemudian ke Katoda, kemudian ke lampu, kemudian ke Negatif Battery. Pada saat ini “seolah – olah” hambatan dioda adalah nol (rangkaian seri dengan beban), dan pada saat ini lampu menyala.

Jika arah dioda dibalik atau tegangan accu dibalik (salah satunya), maka Arus TIDAK DAPAT mengalir, atau “seolah-olah” hambatan dioda SANGAT BESAR sehingga arus tidak dapat mengalir karena tidak dapat menembus dioda. Pada saat ini lampu mati karena arus tidak mengalir (prinsip rangkaian seri).

Continue reading →

Pengenalan Komponen Diode

Diode adalah komponen “semikonduktor” yang akan kita perkenalkan pertama kali. Komponen ini berbahan dasar Silkon atau Germanium (kebanyakan berbahan dasar silikon).

Pada bahasan ini kita akan sangat menyederhanakan pembuatan dioda, jika akan memperdalam lagi dipersilahkan untuk membaca referensi tambahan yang lain. Continue reading →

Trafo Dalam Praktek

Transformer, Transformator, atau Trafo, dalam praktek kita akan menemukan beberapa variasi.

Sebagai orang elektronik, kita tidak perlu belajar membuat trafo, cukup lah mempelajari sifat nya, beli dan pakai dengan maksimal. Karena kita akan lebih fokus pada “rangkaian” bukan “pembuatan” komponen (trafo). Continue reading →

Prinsip Kerja Transformator

Setelah kita tahu prinsip kerja inductor baik saat diberi tegangan DC dan kerja induktor saat diberi tegangan bolak balik, maka sudah saatnya kita belajar tentang Transormator.

Materi ini hanya mengurai prinsip kerja saja tidak kita bahas secara mendalam termasuk hitung hitungannya (jadi materi nya hanya sekedar “just to know”).
Continue reading →

Kutub Medan Magnet

Pada bahasan lalu, sudah kita ketahui bahwa induktor jika diberi tegangan dan arus maka medan magnet terbentuk menyerupai magnet biasa dengan kutub seperti pada gambar a, Jika dibalik tegangan (dan arah arah arus listriknya), maka kutubnya akan berganti (kutub magnet adalah Utara dan selatan) (gambar b). Continue reading →