Skema Transistor dan Cara Pandangnya

Pada bahasan sebelumnya kita sudah tahu bagaimana TR dibuat, mirip dengan 2 dioda yang di satukan, tetapi hanya mirip tetapi TIDAK SAMA.

Skema transistor di tunjukkan pada gambar 1a dan 1b.


Fungsi Tr (Transistor) NPN atau PNP adalah sama, hanya berbeda polaritasnya saja.

Antara satu transistor dengan transistor lainpun fungsi nya sama, hanya berbeda SPESIFIKASI (ke khususan masing – masing).

    1. Pada gambar 1a dan 1b tampak bahwa simbol basis, berbeda dengan dengan kolektor emitor dan mengesankan elektroda yang “mengendalikan”.
    2. Pada gambar 1a dan 1b tampak pula bahwa simbol Colektor (C) dan Emitor (E) mirip hanya berbeda pada simbol Emitor sebagai tanda panah.
    3. Tanda Panah menandakan arah arus (nanti nya).
    4. Pada NPN simbol panah nya keluar menandakan arah arus nanti nya dari Colektor (masuk) ke Emitor (Keluar).
    5. Pada PNP simbol panah nya masuk ke emitor menandakan arah arus nanti nya dari Emitor ke Colektor.
    6. Antara Basis ke Emitor dan dari Colektor ke Basis merupakan bahan silikon PN, menyerupai Dioda.

Cara pandang terhadap TR tidak sepenuhnya kita anggap dioda tetapi lebih mirip simbol di gambar 1c.

Gambar 1c. Model simulasi cara kerja transistor NPN

(Model menggambar ini adalah model yang saya buat sendiri, dan pendapat saya sendiri untuk mencoba nantinya menerangkan cara kerja TR).

Mungkin model ini (gambar 1c) kurang tepat, tetapi silahkan diuji nantinya dari cara kerjanya.

Pada gambar 1c. (NPN) Tr saya gambarkan (bahasan untuk Tr NPN) :

    1. Ada dioda kesatu antara Basis dan Emitor di mana Basis = Anoda dan Emitor = Katoda, sehingga arus (nantinya) hanya bisa mengalir dari Basis ke Emitor (dioda mendapat tegangan muka maju).
    2. Ada dioda kedua antara Basis dan Colektor di mana Basis = Anoda dan Colektor = Katoda, sehingga, jika kolektor lebih positip dari basis maka tidak akan ada arus dari colektor ke basis (dioda mendapat tegangan muka terbalik/reverse bias).
    3. Ada dioda ketiga antara Colektor ke Emitor, terpasang muka terbalik sehingga tidak bisa mengalir arus dari kolektor ke emitor. Tetapi,
    4. Ada Resistor Variabel yang paralel dengan dioda, yang nilai nya bisa berubah dari nol hingga tak terhingga ohm.
    5. Ada kode “HFE” yang artinya Faktor Penguatan Arus DC dari arus Basis ke Arus Kolektor – Emitor (atau nanti disebut arus Colektor / Ic saja).

Cara pandang ini kita akan coba kembangkan untuk menerangkan cara kerja transistor nanti nya.
(berlanjut ….)

Sumber : Elektronika Dasar by Bpk. Sarono

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: