Cara Mengukur Kuat Arus Listrik

Mengukur kuat arus agak lebih sulit ketimbang mengukur tegangan.
Pada bahasan lalu, saya menegaskan bahwa tegangan ada di 2 titik, sedangkan arus ada nya di 1 titik.

Pada gambar berikut kita akan mengukur besar nya kuat arus, dan sekaligus mempraktekkan hukum Ohm.

Untuk mengukur kuat arus pada satu titik, maka kita harus MEMUTUS titik tersebut dan menggantikannya dengan ampere meter.

Contohnya adalah pada gambar berikut :


  1. Pada gambar a, kita melihat sebuah battery 1,5 Volt, di hubungkan dengan sebuah R 82 ohm, jika kita hitung maka mestinya arus yang mengalir = >> I = V/R = 1,5 / 82 = 0,0183 A = 18,3 mA (18 mili ampere).
  2. Sesuai pelajaran lalu bahwa arus pada titik A dan titik B sama besar, tetapi saat ini kita akan ukur di titik A saja dahulu.
  3. Untuk itu titik A kita putus seperti gambar b, dan pasang AVO meter pada fungsi Ampere meter atau (posisi mili ampere) dengan batas ukur di atas arus yang akan di ukur (paling dekat di atas nya = 25 mA). seperti gambar c.
  4. Karena arus mengalir dari kiri ke kanan pada gambar c, maka kabel merah ampere meter ada pada sebelah kiri dan kabel hitam ada di  sebelah kanan.
  5. Maka jarum akan menunjuk mendekati 20 mA, baca dengan teliti berapakah arus yang sesungguh nya, sesuaikah dengan rumus hukum ohm ???

Silahkan praktek, tetapi hanya dengan battery 1,5 volt dahulu, sebab kalau keliru bisa merusak AVO meter yang harga nya cukup mahal.

Dengan rangkaian seperti gambar c, gantilah dengan resistor 1K5 = 1500 ohm, sesuai dengan rumus hukum ohm mestinya arus menjadi lebih kecil 

I = V/R
= 1,5 / 1500 ohm
= 0,001 A
= 1 mA

(tentu batas ukur mA meter di turunkan menjadi batas ukur 2,5 mA agar mudah baca nya)

 

Untuk membuktikan bahwa arus pada titik A sama dengan arus di titik B, maka sekarang kita akan mengukur besarnya arus di titik B, cara memutus jalurnya seperti pada gambar, tetapi perhatikan peletakkan kabel merah dan hitam avo meter nya, karena pada titik B arus mengalir dari kanan ke kiri (pada gambar c). Dengan tegangan yang sama dan harga resistor yang sama mestinya kuat arus di titik A dan titik B mestinya sama … silahkan di praktekkan.

HATI HATI!!

  • Mengukur kuat arus adalah dengan memutus rangkaian dan memasangkan alat ukur pada titik tersebut dengan kabel plus dan minus yang benar dengan melihat arah arus di rangkaian.
  • Jadi Ampere meter “seri” dengan R beban nya. Hati hati menggunakan ampere meter karena batas ukur yang ada pada kebanyakan AVO meter, nilai nya kebanyakan kecil kecil, pada avo meter saya batas ukur yang tersedia hanya :

0,25 A – 25 mA (mili ampere) – 2,5 mA – 50 uA (50 mikro ampere).

  • Jika keliru mengukur arus sebesar 1 Ampere atau bahkan lebih dengan salah satu batas ukur di atas, bisa merusak AVO meter, dalam beberapa kasus jarum menjadi bengkok, komponen di dalam AVO terbakar, dll. pokok nya rusak.
  • Pada beberapa AVO meter (biasanya yang digital) sering di sediakan untuk mengukur ampere DC dengan batas ukur yang besar, misalkan sampai 10 A, tetapi dengan lobang jack khusus, kalau lupa memindahkan lobang nya, walau batas ukur sudah benar juga akan menyebabkan kerusakan. Hati-hati selalu dalam menggunakan AVO meter termasuk jangan terbalik kabel merah dan hitam nya.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: