Pengukuran Transistor

Jika ingin memahami kerja transistor, saya sarankan buatlah rangkaian di bawah ini (gambar 1) :

  1. Diperlukan pra syarat memahami hukum ohm, rangkaian seri, rangkaian paralel, pembagi tegangan, pemahaman sifat dioda, tahu “simulasi” isi nya transistor.
  2. Tegangan masuk pada basis akan menentukan besar nya arus basis. Dengan potensiometer tegangan masuk Vi bisa di ubah dari 0 V s.d. 9V, sehingga Arus basis bisa berubah dari nol s.d. maksimumnya.
  3. Arus basis di ukur (atau bisa di hitung).
  4. Tegangan VRC atau VCE perlu di ukur dengan AVO meter digital
  5. Arus Kolektor bisa di hitung
  6. Penguatan arus (HFE) bisa di hitung.
  7. Sebaiknya di ukur dengan menggunakan 2 alat ukur (uA meter dan Volt meter digital, karena volt meter digital bisa dipastikan mempunyai hambatan dalam yang sangat besar)

Data pengukuran saya adalah sebagai mana gambar 2

Keterangan:

  • IB = Arus Basis
  • IC = Arus Kolektor
  • RC = Resistansi pada Kolektor
  • RB = Resistansi ada Basis
  • VCE = Tegangan pada Kolektor-Emitor
  • VCC = Tegangan Sumber
  • VBE = Tegangan Basis-Emitor
  • VRC = Tegangan pada RC

Dari data pengukuran dapat di tarik kesimpulan :

  1. Besaran besaran VBE, HFE bukanlah harga “mati”. Sekalipun demikian tidak akan melampaui range tertentu.
  2. Semakin besar arus basis maka arus kolektor semakin besar.
  3. Arus basis dikuatkan oleh transistor menjadi arus IC sebesar penguatan arusnya (HFE).
  4. Semakin besar arus kolektor semakin besar VRC.
  5. Karena VCE dan RC rangkaian seri maka VRC naik VCE turun.
  6. Ketika Vi dinaikkan VBE naik, tetapi suatu saat akan “bertahan” pada nilai tertentu, yaitu sekitar 0,6V.
  7. VRC akan naik terus seiring naiknya arus colektor tetapi pada suatu saat akan mencapai tegangan sumber dan tidak mungkin bisa naik lagi (saat ini arus kolektor ditentukan oleh nilai RC, bukan oleh arus basis lagi).
  8. VCE akan turun terus seiring dengan naiknya arus colektor tetapi suatu saat akan mencapai NOL (mendekati nol).
  9. HFE rata rata D400 atau lengkap nya 2SD400 adalah 165 kali.
  10. Kondisi nomor 1 dan 2, dimana IB = nol, Ic = NOL, VRC = NOL tetapi VCE = tegangan sumber disebut transistor dalam kondisi “CUT OFF”.
  11. Kondisi nomor 15 s.d.19 dimana IB maksimal, IC maksimal, VRC maksimal sebesar tegangan sumber dan VCE mendekati NOL di sebut dengan kondisi Transistor dalam kondisi JENUH “SATURATION”
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: