Prinsip Kerja Transformator

Setelah kita tahu prinsip kerja inductor baik saat diberi tegangan DC dan kerja induktor saat diberi tegangan bolak balik, maka sudah saatnya kita belajar tentang Transormator.

Materi ini hanya mengurai prinsip kerja saja tidak kita bahas secara mendalam termasuk hitung hitungannya (jadi materi nya hanya sekedar “just to know”).

Jika lilitan kawat kita lilit pada inti besi (kern) kemudian kita lilit lilitan kedua pada inti besi yang sama. maka kita sama dengan membuat sebuah transformator (transformer).

Ada yang unik dari konstruksi 2 buah induktor yang dililit pada satu inti ini yaitu tegangan yang keluar bisa lebih besar atau lebih kecil dari tegangan yang masuk.

Makin banyak lilitan ke dua, makin besar tegangan yang timbul. Misalkan lilitan 1 = 100 lilit, dan lilitan ke 2 = 1.000 lilit, maka perbandingan lilitan 10 kali, maka tegangan yang keluar akan 10 kali lebih besar.

Sebaliknya jika lilitan sekunder (kedua) lebih sedikit dari lilitan ke satu maka tegangan yang keluar pada sekundernya malah akan lebih rendah dari tegangan yang masuk.

Cara kerja Trafo = transormator = transformer, secara sederhana adalah sbb :

  1. Ketika Lilitan pertama (primer) kita beri tegangan bolak balik, maka akan timbul kuat medan magnet yang mengembang dan mengempis dan berbolak balik.
  2. Medan Magnet ini akan bergerak “memotong – motong” lilitan kedua (sekunder).
  3. Akibat peristiwa no 2 itu, maka timbul tegangan listrik pada ujung ujung lilitan sekunder.
  4. Makin banyak lilitan sekunder di banding lilitan primer, makin besar juga tegangan yang timbul di sekunder trafo.
  5. Dengan cara ini maka kita bisa menaikkan (step up) atau menurunkan tegangan (step down) dari tegangan yang masuk.
  6. Karena tegangan yang masuk berbolak balik maka tegangan yang keluar pun akan berbolak balik.

Jika lilitan primer cukup banyak sehingga R nya sudah besar, maka R seri pada gambar boleh dihilangkan, selain itu ada istilah yang dinamakan XL (reaktansi induksi) yang akan diterangkan kemudian.

Inilah prinsip kerja transformator.

  • Jika di kasih tegangan DC, maka medan magnet yang berkembang dan “memotong” lilitan sekunder hanya 1 kali, akan timbul tegangan saat itu saja kemudian balik ke nol.
  • Sebaliknya saat sambungan tegangan diputus juga hanya keluar tegangan sesaat kemudian nol lagi.
  • Kalau mau tegangan DC nya di “putus putus” ada- nggak-ada-nggak, dengan cara menghidup matikan sakelar.


Sumber: Elektronika Dasar by Bpk. Sarono 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: