Karakteristik Dioda Zener

Pada bahasan sebelumnya saya 2 kali posting masalah penstabilan tegangan dioda zener (dan) R seri, serta tambahan menggunakan 1 buah TR dan 2 buah TR di rangkai darlington dalam konfigurasi “Pengikut Emitor”.

Di pandang dari sisi zener dan beban nya, system regulator ini disebut regulator “shunt” atau paralel, dimana antara DZ dan R beban Paralel.

Ada prinsip dimana :

Makin kecil Rz terhadap nilai R beban (RL) makin baik stabilisasi nya, atau dengan kata lain:

Makin besar Arus ke dioda zener di banding arus ke beban makin baik stabilisasi nya.

Arus ke Zener tidak boleh lebih dari 20mA (pada kebanyakan type diode zener). artinya:

Diode zener apabila dia berdiri sendirian (tanpa TR) maka kemampuan stabilisasi nya terbatas.

Berikut ini saya gambarkan Karakteristik yang berlaku umum pada semua dioda zener :

Dari grafik tampak bahwa Rz tidaklah angka tetap, tergantung pada :

  1. Arus tembus yang dikenakan padanya, pada grafik diberi simulasi 3 macam arus tembus 5 mA, 10 mA, dan 20 mA. Rz terendah adalah pada arus tembus 20 mA. Itulah sebabnya saya selalu “memaksakan” agar jangan membuat R seri pada Dz terlalu besar, karena stablisasinya kurang (rumus sudah di bahas sebelumnya).
  2. Ada hal yang unik, yaitu dari berbagai bagai dioda zener dengan berbagai tegangan zenernya, yang terbaik adalah diode zener yang bertegangan 7 Volt, artinya antara lain:
  3. Lebih baik menggunakan 2 diode zener 7 Volt diseri untuk mendapatkan tegangan zener 14 volt, daripada 1 buah diode zener sebesar 14 Volt, dan tentu harga rupiahnya jadi mahal
    (hasil akhir Rz = 2 ohm, di banding Rz = 9 ohm, pada Iz=20mA).

  4. Informasi tambahan bahwa pada Dz dengan tegangan zener kurang dari 6 Volt, nilai Rz turun ketika suhu naik, atau koeffisien suhunya negatif)

Posting ini sekaligus untuk menghapus keraguan yang masih banyak saya temukan, untuk mencantum kan nilai R seri yang tepat sesuai hitungan, biasanya di pasang 1K atau 2K2.

Contoh tegangan masuk 12V, Dz = 5,6 Volt,
maka jika saya ambil arus tembus 15 mA
maka R seri = (12-5,6)/0,015 = 426 ohm
atau yang terdekat nilai nya adalah 470 ohm.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: