Rangkaian Driver LED Sumber Arus Konstan

Berikut ini merupakan rangkaian driver LED yang sangat sederhana dan murah. Rangkaian ini mempunyai sumber arus konstan yang berarti bahwa membuat kecerahan LED tetap konstan meskipun tegangan pada power supply tidak konstan (naik-turun) karena ketidakstabilannya.

Atau dengan kata lain rangkaian ini lebih baik daripada menggunakan resistor. Rangkaian ini lebih konsisten, lebih efisien dan lebih fleksibel khususnya untuk LED berdaya tinggi serta dapat digunakan untuk jumlah dan konfigurasi normal LED tersebut dengan berbagai jenis power supply-nya.

Skema:


Komponen:


  • R1 : 100k-ohm
  • R2 : Penentu nilai arus – lihat keterangan di bawah
  • Q1 : transistor 2N5088
  • Q1 : FET N-Channel IRFZ48N
  • LED : LED HPL 1 Watt

Sumber listrik pada rangkaian ini menggunakan adaptor atau bisa menggunakan baterai. Untuk menyalakan sebuah LED tunggal antara 4 dan 6 volt dengan arus yang cukup akan tetap bekerja dengan baik. Maka dari itu dapat menggunakan berbagai sumber daya dan akan selalu menyala sama persis.

Pada rangkaian sederhana ini tidak membutuhkan heatsink karena batas arus yang digunakan LED sebesar 200mA. Untuk arus lebih cukup letakkan heatsink pada LED dan MOSFETnya.

Memilih R3:


Rangkaian merupakan sumber arus konstan, nilai dari R3 menentukan besarnya arus.sis

Perhitungan:


Arus LED ditentukan oleh R3, kurang lebih sama dengan : 0.5 / R3

Daya pada R3 : Disipasi daya pada resistor ini adalah : 0.25 / R3

Di sini R3 bernilai 2.2 ohm, jadi arus LEDnya 225mA. Daya pada R3nya 0.1 Watt, jadi cukup menggunakan resistor 1/4 Watt.

Spesifikasi:


  • Tegangan input : 2V sampai 18V
  • Tegangan output : sampai kurang 0.5V dari tegangan input (drop 0.5V)
  • Arus : 20 Ampere dengan menambahkan heatsink

Batas Maksimal:


Q2 merupakan pembatas sumber arus. Q2 bertindak sebagai resistor variabel, menurunkan tegangan dari power supply untuk mencocokkan kebutuhan arus LEDnya. Jadi, Q2 akan memerlukan heatsink jika arus LEDnya besar atau jika tegangan dari power supply lebih tinggi dari tegangan maju LED tersebut. Dengan heatsink yang besar rangkaian ini dapat menangani BANYAK daya.

Transistor Q2 dispesifikasikan berfungsi pada sumber tegangan sampai 18 Volt.

Dengan tanpa heatsink, disipasi daya Q2 hanya 1/2 Watt sebelum benar-benar panas –cukup untuk arus sebesar 200mA sampai perbedaan tegangan antara power supply dan LED sebesar 3 volt.

Fungsi Rangkaian:


  • Q2 digunakan sebagai variabel resistor. Q2 dihidupkan oleh R1.
  • Q1 digunakan sebagai saklar arus-lebih, dan R3 merupakan “resistor penentu” yang memicu Q1 ketika terlalu banyak arus yang mengalir.
  • Arus utama mengalir melalui LED, kemudian Q2 dan terus sampai ke R3. Ketika terlalu banyak arus yang mengalir melalui R3, Q1 akan bekarja (aktif), yang mana akan me-non-aktifkan Q2. Ketika Q2 non-aktif itu akan mengurangi arus yang melalui LED dan R3. Dengan kata lain ini menjadi “feedback loop”.

 

Sumber : http://elektronikanewbie.blogspot.com/2016/01/rangkaian-driver-led.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: