Penyearah Setengah Gelombang (Halfwave Rectifying)

Dengan sifat sifat diode yang sudah kita kenal, maka dioda dapat kita manfaatkan untuk mengubah tegangan bolak-balik (AC) menjadi tegangan searah (DC). (harap baca kembali definisi tegangan AC dan DC).

Pada gambar dioda dan R beban seri diberi tegangan bolak-balik sinus dari trafo sebesar 12 V efektif atau sama dengan 16 V maks = 16 Vp.

    1. Pada saat titik A positip, titik D negatif, maka mengalir arus dari titik A ke titik B, ke titik C dan ke titik D (titik C sebenarnya sama dengan titik D). Maka terjadi pembagian tegangan pada dioda yang hanya 0,8 V dan sebagian besar ada pada R beban 15,2 V.
    2. Pada saat titik D positip, dan titik A negatif, arus tidak dapat mengalir karena saat ini dioda mendapat reverse bias. Tegangan semua ada pada diode dan tegangan pada R beban Nol.
    3. Saat berikut nya kembali ke nomor 1, dan seterusnya.

Dengan cara tersebut pada R beban terdapat tegangan DC. Karena arus hanya mengalir dari B ke C, tidak pernah sebaliknya, HANYA SAJA bentuk tegangan pada R beban masih naik turun tetapi tidak pernah berbalik arah (DC tetapi masih mengandung unsur AC).

Kalau di lihat dengan osiloskop, maka tegangan berbentuk seperti gelombang yang terpotong setengahnya, makanya dinamakan penyearahan setengah gelombang (half wave rectifying).

Bentuk tegangan DC seperti ini disebut tegangan DC berdenyut (Pulsating Direct Current).

Sumber : Elektronika Dasar by Bpk. Sarono

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: