Kode Warna Resistor (bagian 1)

Karena nanti akan praktek mengukur hambatan maka materi kode warna di majukan.

Sebagaimana sudah di bahas terdahulu bahwa resistor jadi di jual di pasaran dengan model yang bermacam macam, yang terbanyak adalah seperti “tulang” (gambar). Karena bentuk nya “kecil”, pabrik menemui kesulitan menuliskan di badan resistor dalam bentuk angka, selain itu kalau di tulis di satu sisi, karena bentuk nya “tulang/selongsong” maka akan tidak terlihat angka nya kalau posisi pemasangan di rangkaian terbalik/berguling.

Untuk itulah pabrik resistor dari jaman dahulu sudah sepakat untuk menuliskannya dalam bentuk “kode”, kode ini berbentuk gelang gelang warna. Dipasaran ada :

  1. 3 gelang warna (sudah tidak di produksi lagi)
  2. 4 gelang warna (yang akan kita bahas saat ini)
  3. 5 gelang warna
  4. 6 gelang warna

Untuk ini teknisi tidak boleh buta warna, minimal harus bisa membedakan antara warna : hitam, coklat, merah, oranye/jingga, kuning, hijau, biru, ungu, abu abu, putih, emas dan perak.

Kalau urutan itu di singkat dalam mantera “dukun elektronik” di singkat “hi co me or ku hi bi u ab pu”

(baca malam jumat 100x sambil bakar kemenyan …hehehe)

Pada gambar ada 4 gelang warna, setiap gelang mempunyai arti :

  1. warna pertama menunjukkan angka pertama
  2. warna kedua menunjukkan angka ke dua
  3. warna ke tiga menunjukkan banyak nya nol atau faktor perkalian
  4. warna ke empat menunjukkan toleransi

Uraian tersebut di gambarkan pada tabel berikut.

Contoh :

1. merah – ungu – orange – emas

2 7 000 5%

  • warna pertama menunjukkan angka pertama = merah = 2
  • warna kedua menunjukkan angka ke dua = ungu = 7
  • warna ketiga menunjukkan banyaknya nol = orange = nol nya ada 3 = 000
  • warna ke empat menunjukkan toleransi = emas = 5%
  • jadi nilai nya = 27000 ohm 5% = 27.000 ohm 5% = 27 K ohm toleransi 5%

2. biru – abu abu – coklat – emas

6 8 0 5%

maka R = 680 ohm, toleransi 5%

3. biru – abu abu – hitam – emas

6 8 kosong 5%

(warna hitam banyak nya nol kosong, artinya tidak ada tambahan nol)

maka R = 68 ohm toleransi 5%

4. coklat – hijau – emas – emas

1 5 x 0,1 5%

(warna ke tiga bukan lagi banyak nya nol, bukan juga toleransi, tetapi faktor kali, yaitu : x 0,1)

jadi R = 15 x 0,1 ohm toleransi 5% = 1,5 Ohm – toleransi 5%

contoh lain nanti kita bahas lebih dalam

Sumber : Elektronika Dasar by Bpk. Sarono

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: